PEMERINTAHAN LOKAL DI TENGAH TUNTUTAN EFISIENSI ANGGARAN: TELAAH KRITIS ATAS MASA DEPAN DESENTRALISASI DI INDONESIA

Authors

  • Anggos Habil Seulalae Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Aldri Frinaldi Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Hendranaldi Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Lince Magriasti Universitas Negeri Padang, Indonesia

Keywords:

desentralisasi, pemerintahan lokal, efisiensi anggaran, otonomi daerah, tata kelola pemerintahan.

Abstract

Desentralisasi merupakan salah satu agenda reformasi pemerintahan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat demokrasi lokal, serta mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, pemerintah daerah di Indonesia menghadapi tantangan baru berupa tuntutan efisiensi anggaran, transformasi digital, ketergantungan fiskal, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi pemerintahan lokal di tengah tuntutan efisiensi anggaran serta mengkaji implikasinya terhadap masa depan desentralisasi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema desentralisasi, pemerintahan lokal, dan tata kelola publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan efisiensi anggaran telah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan berbagai penyesuaian dalam tata kelola pemerintahan, termasuk melalui transformasi digital, penguatan kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Namun demikian, tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat, kesenjangan kapasitas antar daerah, serta kecenderungan penguatan kontrol pemerintah pusat masih menjadi tantangan dalam mewujudkan desentralisasi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masa depan desentralisasi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah daerah dalam membangun kapasitas institusional, meningkatkan kemandirian fiskal, dan menerapkan prinsip good governance secara berkelanjutan.

References

Astriana, S., & Khoirunurrofik. (2024). Fiscal decentralization and governance performance: Empirical evidence from district and city governments in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 13(1), 15–29.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). Digital era governance: IT corporations, the state, and e-government. Oxford, England: Oxford University Press.

Faguet, J. P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2–13. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.002

Grindle, M. S. (1997). Getting good government: Capacity building in the public sectors of developing countries. Cambridge, MA: Harvard Institute for International Development.

Hummel, D., & Kusumasari, B. (2025). Local government financial performance and decentralization in Indonesia. Public Finance Review, 58(2), 145–170.

Lewis, B. D., & Hendrawan, A. (2022). The impact of local government capacity on public service delivery: Lessons learned from decentralized Indonesia. Economies, 10(12), 323. https://doi.org/10.3390/economies10120323

Mutiarin, D., Moner, Y., Nurmandi, A., & Nuriyanto, N. (2024). Interoperability governance in Indonesian local government digital transformation. Journal of Governance and Public Policy, 11(1), 1–15.

Oates, W. E. (1999). An essay on fiscal federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120–1149. https://doi.org/10.1257/jel.37.3.1120

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Pierre, J., & Peters, B. G. (2000). Governance, politics and the state. London, England: Macmillan Press.

Putra, I. M. A. W., Suharnoko, D., Salsabila, F., & Putri, D. D. U. (2024). Implementation of fiscal decentralization in the digital era: Effectiveness and challenges in Indonesia. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 10(3), 171–195.

Smith, B. C. (1985). Decentralization: The territorial dimension of the state. London, England: George Allen & Unwin.

Soesanto, H., & Rumbekwan, M. (2025). Digital transformation and public service innovation in Indonesian local government. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 9(2), 85–102.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.

Syafri, R. A., Sofilda, E., & Suparyati, A. (2024). Determinan kemandirian keuangan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. Indonesian Treasury Review, 9(4), 421–438.

United Nations Development Programme. (1997). Governance for sustainable human development. New York, NY: United Nations Development Programme.

Wahyudi, T., Nawawi, J., & Pohan, F. S. (2023). Fiscal decentralization and local government performance in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 15(2), 213–228.

Wardana, R., Pratama, A., & Nugroho, D. (2025). Agile governance and local government adaptation in the era of fiscal efficiency. Journal of Regional Governance, 7(1), 45–63.

Zamhur, & Marantika, A. (2026). Digital tax governance in optimizing local own-source revenue: Evidence from Kampar Regency, Indonesia. Dinasti International Journal of Economics, Finance and Accounting, 7(1), 1–15.

Zulkarnaini, Islahuddin, Abdullah, S., & Fahira, A. (2024). Systematic literature review: Menilik multi aspek implementasi desentralisasi fiskal pemerintah daerah. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 8(4), 4353–4368.

Downloads

Published

2026-07-02