Penguatan Sikap Menghargai Kemajemukan Beragama bagi Remaja Katekumen di GMIT Baitel Oeletsala

Authors

  • Delsi Oktoviana Oematan Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yakobus Adi Saingo Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Keywords:

; Manusia Yang Beradap; Mengantisipasi Perundungan

Abstract

Kemajemukan beragama merupakan sebuah realitas yang tidak dapat dihindari di Indonesia. Setiap agama memiliki keyakinan dan tradisi yang berbeda, tetapi bisa hidup berdampingan dengan saling menghargai. Bagi kalangan remaja katekumen di GMIT Baitel Oeletsala, pemahaman mengenai kemajemukan beragama menjadi penting untuk ditanamkan. Untuk mencegah munculnya intoleransi dan konflik antar umat beragama, remaja GMIT Baitel Oeletsala perlu mengembangkan sikap saling menghargai dan menerima perbedaan keyakinan melalui pemahaman komprehensif mengenai agama-agama lain, serta meneladani sikap terbuka dan penuh kasih yang diajarkan dalam Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap remaja terhadap kemajemukan beragama dan menemukan strategi efektif dalam penguatan sikap menghargai perbedaan agama. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pengetahuan remaja tentang agama lain masih terbatas, sehingga diperlukan strategi penguatan melalui pembelajaran tentang berbagai agama (melaui katekisasi) dan kegiatan sosial bersama lintas agama. Peran pendidik di GMIT dan pemimpin gereja juga penting melalui kegiatan katekumen untuk menjadi teladan dan mendukung program-program yang mengedepankan toleransi dan kerukunan beragama sehingga menyadarkan remaja untuk menghargai keberagaman yang ada di sekitarnya. Remaja katekumen di GMIT Baitel Oeletsala perlu menjadi agen penguatan sikap menghargai kemajemukan beragama di masyarakat, serta aktif mempromosikan sikap saling mengargai, sehingga tercipta hubungan yang harmonis maupun kerukunan antara pemeluk beragama.

References

Religious pluralism is an unavoidable reality in Indonesia. Each religion has different beliefs and traditions, but they can live side by side with mutual respect. For young catechumens at GMIT Baitel Oeletsala, it is important to instill an understanding of religious pluralism. To prevent the emergence of intolerance and conflict between religious communities, GMIT Baitel Oeletsala youth need to develop an attitude of mutual respect and acceptance of differences in beliefs through a comprehensive understanding of other religions, as well as emulating the open and loving attitude taught in the Bible. This research aims to identify teenagers' attitudes towards religious diversity and find effective strategies in strengthening attitudes of respect for religious differences. The method used is a qualitative approach with literature study. The research results show that teenagers' knowledge about other religions is still limited, so strengthening strategies are needed through learning about various religions (through catechism) and joint social activities across religions. The role of educators at GMIT and church leaders is also important through catechumen activities to be role models and support programs that prioritize religious tolerance and harmony so as to make teenagers aware of appreciating the diversity that exists around them. Young catechumens at GMIT Baitel Oeletsala need to be agents of strengthening attitudes of respect for religious diversity in society, as well as actively promoting attitudes of mutual respect, so as to create harmonious relationships and harmony between religious believers.

Downloads

Published

2025-01-15