Membangun Literasi Gender dan Perubahan Sosial melalui Novel Palito Ni Si Boru Toba dalam Konteks Masyarakat Adat Batak Toba
Keywords:
custom; bataknese, gender, womenAbstract
This article discusses how literary works can play an important role in building gender literacy and promoting social change, focusing on the novel Palito Ni Si Boru Toba. Through the protagonist Si Boru Toba, the novel represents Batak women's struggle against patriarchal structures that limit their space and voice. This article asks the question of the extent to which such literary narratives can inspire real social change through increased gender awareness in indigenous communities. Using a qualitative approach and thematic analysis, this article shows that local literary works are not only reflections of social reality, but can also be a source of education and advocacy for gender equality. This article recommends strengthening local culture-based literary literacy as a GEDSI strategy in indigenous territories.
References
Aditya, R., & Nuraini, D. (2022). Perempuan dalam sastra Indonesia: Representasi, resistensi, dan identitas. Jurnal Sastra dan Gender, 7(2), 115–130.
Ayu, M. P. (2023). Sastra dan literasi gender: Membangun kesadaran melalui teks budaya. Jurnal Literasi Sosial, 15(1), 41–56.
Budiarti, R., & Kurniawan, A. (2021). Adat dan perempuan dalam dinamika modernitas lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 45(1), 88–102.
Dewi, L. S. (2020). Strategi literasi gender berbasis cerita rakyat Nusantara. Jurnal Pendidikan Multikultural, 9(2), 75–89.
Halim, N. (2022). Sastra, identitas lokal, dan negosiasi budaya di era globalisasi. Jurnal Ilmu Budaya, 21(3), 234–249.
Hasibuan, R. (2019). Perempuan Batak dalam tafsir kultural dan agama. Jurnal Kajian Gender dan Agama, 13(1), 65–81.
Hidayat, M., & Aulia, R. (2020). GEDSI dalam perspektif masyarakat adat: Studi kasus di Sulawesi Tengah. Jurnal Pembangunan Sosial, 12(3), 189–203.
Kartika, Y. (2021). Literasi kritis berbasis budaya lokal sebagai strategi transformasi gender. Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 6(4), 301–315.
Khotimah, S. (2023). Membaca ulang tokoh perempuan dalam sastra tradisional Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra Nusantara, 8(2), 101–117.
Mahendra, T. (2022). Narasi lokal dan pembangunan inklusif: Potensi sastra dalam strategi GEDSI. Jurnal Inklusi Sosial, 10(1), 55–69.
Malau, J. T. (2023). Sastra Batak dan kritik sosial: Perspektif gender dan kekuasaan. Jurnal Budaya Daerah, 17(2), 144–158.
Manurung, D. (2021). Transformasi sosial dalam masyarakat Batak Toba: Dari adat menuju kesetaraan. Jurnal Antropologi Sumatera, 9(1), 50–67.
Mufidah, N., & Sahlan, M. (2020). Analisis tematik dalam kajian teks: Pendekatan kualitatif untuk sastra. Jurnal Metodologi Kualitatif, 5(2), 88–99.
Nababan, E. S. (2022). Adat Batak dan ruang negosiasi perempuan: Studi naratif dalam karya sastra. Jurnal Studi Budaya Lokal, 11(3), 176–191.
Nurhadi, & Habsari, S. T. (2021). Sastra dan Emansipasi: Membaca Karya Sastra sebagai Media Pendidikan Gender. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 25(1), 33–47.
Putri, M. K., & Widodo, A. (2023). Cerita perempuan, cerita perubahan: Kajian sastra dan keadilan sosial. Jurnal Kajian Gender, 18(2), 204–218.
Raharjo, S. (2023). Literasi Gender dan Sastra Lokal: Membangun Kesadaran Inklusif di Komunitas Adat. Jurnal Literasi Sosial, 12(2), 115–129.
Siburian, R., & Sipayung, R. (2020). Perempuan Batak dalam Perspektif Adat dan Modernitas. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 159–174.
Sihombing, T. (2021). Representasi perempuan dalam puisi dan prosa Batak modern. Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 14(1), 122–135.
Simanjuntak, D. R. (2022). Narasi Perempuan dalam Sastra Batak: Representasi dan Resistensi. Jurnal Bahasa dan Budaya, 18(3), 245–261.
Wulandari, T., & Priyono, B. (2023). Mengintegrasikan GEDSI dalam Pendidikan Budaya Lokal. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 29(1), 55–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eva Solina Gultom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




