SANTRI-TANGGUH: PROGRAM PSIKO-EDUKASI SELF-REGULATED LEARNING (SRL) BERBASIS KELOMPOK UNTUK MEREDUKSI HOMESICKNESS PADA SANTRI BARU PONDOK PESANTREN DARUL AUFA JALAN NESSSUNGAI BULUH KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANG HARI JAMBI
Keywords:
Rindu kampung halaman, Mentoring, Psikoedukasi, Mahasiswa baru, Pembelajaran mandiri.Abstract
Proses transisi dari lingkungan rumah menuju sistem asrama (boarding school) di pondok pesantren sering kali memicu guncangan psikologis bagi santri baru, salah satunya dalam bentuk fenomena homesickness (rindu rumah). Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar hingga memicu keputusan untuk keluar dari pesantren. Fenomena tersebut menjadi tantangan nyata bagi santri baru di Pondok Pesantren Darul Aufa, Jalan Ness, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membekali santri baru dengan keterampilan regulasi diri guna mereduksi hambatan psikologis homesickness melalui program SANTRI-TANGGUH (Psiko-Edukasi Self-Regulated Learning Berbasis Kelompok). Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: tahap persiapan (analisis situasi dan pre-test), tahap pelaksanaan intervensi (pemaparan materi psiko-edukasi, diskusi kelompok interaktif, dan lokakarya penyusunan target belajar harian berbasis SRL), serta tahap evaluasi (post-test dan pendampingan berkala). Mitra dalam pengabdian ini adalah santri baru Pondok Pesantren Darul Aufa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri yang signifikan mengenai pengelolaan emosi negatif serta peningkatan kemampuan regulasi diri dalam belajar secara mandiri di asrama. Evaluasi akhir mengonfirmasi penurunan intensitas gejala homesickness, yang ditandai dengan meningkatnya kenyamanan, kemampuan adaptasi sosial antar-sesama santri, serta stabilitas fokus dalam mengikuti aktivitas akademik keagamaan. Melalui program SANTRI-TANGGUH, santri baru memiliki ketahanan mental yang lebih tangguh dalam menjalani kehidupan mandiri di lembaga pesantren.
References
Firdaus, A., & Pratiwi, E. (2021). Krisis adaptasi dan guncangan psikologis pada santri baru di lingkungan pondok pesantren. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Islam, 8(2), 115–124.
Fisher, S. (1989). Homesickness, cognition, and health. Lawrence Erlbaum Associates.
Latipah, E. (2010). Strategi self-regulated learning dan prestasi belajar: Kajian meta-analisis. Jurnal Psikologi, 37(1), 110–129.
Pintrich, P. R. (2004). A conceptual framework for assessing motivation and self-regulated learning in college students. Educational Psychology Review, 16(4), 385–407.
Purnamasari, D., & Wahyuni, S. (2019). Dampak homesickness terhadap motivasi belajar dan konsentrasi santri baru. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5(1), 45–56.
Ramadani, A., & Fauziah, N. (2019). Hubungan antara regulasi diri dengan homesickness pada santri tahun pertama di pondok pesantren. Jurnal EMPATI, 8(2), 341–348.
Sanjaya, R. (2020). Fenomena social withdrawal dan risiko drop-out akibat homesickness pada santri baru. Jurnal Kesehatan Mental dan Keislaman, 12(3), 201–212.
Srimulyani, E. (2012). Women from traditional Islamic educational institutions in Indonesia: The pesantren and status. Routledge.
Stroebe, M., Schut, H., & Nauta, M. (2015). Homesickness: A systematic review of the scientific literature. Review of General Psychology, 19(4), 415–431.
Thurber, C. A., & Walton, E. A. (2012). Homesickness and adjustment in boarding schools and colleges. Pediatrics, 129(1), 1180–1189.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.
Zuhriy, M. S. (2011). Budaya pesantren dan pendidikan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Islam, 26(2), 312–325.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abdul Mutalib, Ariza Arsul, Endah Sri Hartati, Nur’aini, Siti Munawaro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




